Mari kita selamatkan generasi muda Pati,dari bahaya miras ! ********** Hindari korban sis-sia karena miras ! ******** Korban miras di Sumedang mencapai 127 orang (www.metrotvnews.com)******** Miras dapat meyebabkan gangguan otak,penglihatan/kebutaan,gangguan pernafasan bahkan meninggal ********

Minggu, 24 Agustus 2014

PRESTASI PELAJAR PATI TINGKAT INTERNASIONAL

Seorang siswi SMA PGRI 2 Kayen Kabupaten Pati, Jawa Tengah menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil menyabet juara I dunia dalam bidang biologi molukuler di Mostra Internacional De Ciencia Tecnologia (Mostratec) ke-28 yang digelar di Brazil pada 20-25 Oktober 2013.
Hasil penelitian Aprillyani tentang kulit (klotokan) kapuk randu yang diubah menjadi Biofungisida (pembunuh jamur pada tanaman) berhasil mengalahkan 500 peserta dari 40 negara besar di dunia, seperti Amerika Serikat, Belanda, Inggris dan Rusia, Tak tanggung-tanggung, hasil penelitian Aprillyani itu, berhasil menyabet dua medali sekaligus, yakni Best Project dan Juara I dari 13 kategori Biologia Celular e Molucular Micro Biologia.
”Rasanya bangga sekali. Ini berkat dukungan berbagai pihak, terlebih SMA PGRI 2 Kayen,” kata siswi yang masih duduk di bangku kelas XII IPA ini

Penelitian Aprillyani berawal dari keprihatinannya saat melihat sejumlah tanaman, seperti cabai milik petani di daerahnya yang produktivitasnya menurun, karena diserang jamur berupa serbuk-serbuk putih. Ia pun akhirnya mencari berbagai informasi terkait persoalan itu. Salah satu informasi yang diterimanya adalah klotokan kapuk randu ternyata bisa digunakan untuk menangkal jamur pada tanaman. Aprillyani pun melakukan serangkaian percobaan.
Menurut Aprilia, penelitian bio fungisida hasil olahan dari abu kulit kapuk itu mampu melawan jamur yang sering ada pada tanaman seperti misalnya cabai. Keunggulan lain bio fungisida jenis ini adalah harganya yang relatif murah. Sedang apabila menggunakan pestisida kimia, justru dapat memicu karsiogenetik yang bila menumpuk di dalam tubuh, dalam jangka waktu lama akan menumbuhkan kanker.
“Kami prihatin cabai dari Indonesia sering di tolak di mancanegara karena masih mengandung pestisida kimia yang meski dicuci pun pengaruhnya tak akan hilang”, ungkapnya. “Jadi dengan bio fungisida kami, semestinya pengeluaran petani dalam menghilangkan jamur pada tanaman bisa ditekan hingga seperempat dari harga umum di pasaran”, tambahnya.
Harapannya
Dengan prestasi yang diraihnya ini, Aprillyani berharap generasi muda Indonesia tidak perlu pesimis dengan pemuda atau pemudi dari negara lain. Sebab ternyata, generasi muda Indonesia juga mampu berjaya di bidang ilmu pengetahuan. “Semoga ini bisa jadi semangat bagi rekan saya lainnya,” harapnya.
Surata, Kepala SMA PGRI 2 Kayen Surata, berharap hasil penelitian Aprillyani bisa dibuat secara massal sebab hasil penelitian tersebut sangat bermanfaat untuk menggenjot produktivitas berbagai tanaman sayuran. “Semoga SMA PGRI 2 Kayen bisa menjadi objek percontohan sekolah lain yang ada di Pati, maupun daerah lainnya,” tandasnya.
Sumber: daerah.sindonews.com (4/11/2013), pasfmpati.com (30/10/2013)

1 komentar: